Rabu, 30 Maret 2011

Materi ISBD ke-5


WHAT IS PERSONALITY?
Adalah susunan tetap perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau cirri-ciri watak seorang individu yang tetap konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.

UNSUR-UNSUR PERSONALITY
1.      PENGETAHUAN
2.      PERSEPSI
3.      APERSEPSI
4.      PENGAMATAN
5.      KONSEP
6.      FANTASI
7.      PERASAAN
8.      DRIVE (DORONGAN)

PENGETAHUAN

Segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsure-unsur akal yang mengisi alam jiwa). Contoh, kita mnetahui bahwa warna bunga melati adalah putih. Kita tahu demikian karena kita panca indra kita pernah melihat kalau melati itu berwarna putih dengan bentuk yang khas

PERSEPSI

Dalam lingkungan manusia yang diterima oleh pancaindra: getar eter (cahaya, warna), akuistik, bau, rasa, tekanan mekanikal diolah menjadi susunan yang dipancarkan dan diproyeksikan menjadi penggambaran tentang lingkungan tadi. (seluruh proses akal manusia yang sadar). Contohnya, seseorang mempersepsikan tentang pantai, akan mengatakan kalau pantai merupakan tempat dengan cuaca yang panas, berpasir halus serta dekat dengan laut lepas.

APERSEPSI :

Penggambaran oleh manusia berbeda  dengan foto, manusia terfocus pada bagian-bagian khusus (mata, telinga), diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.

PENGAMATAN

Suatu persepsi saat diproyeksikan berfocus pada hal yang menarik (lebih terpusat/ lebih intensif), pada bagian-bagian khusus tadi pemusatan akal yang lebih intensif ini yang kita namakan pengamatan.


KONSEP

Menggabung, membandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari suatu penggambaran lain yang sejenis. Dengan proses akal, kemampuan manusia untuk membentuk suatu penggambaran yang abstrak yang dalam kenyataanya belum ada. Penggambaran abstrak.

FANTASI

Dalam pengamatan, ada penggambaran yang ditambah-tambahkan, dibesarkan, dikurangi, dikecilkan pada bagian-bagian tertentu, adapula digabungkan dengan penggambaran lain menjadi penggambaran lain yang dalam kenyataannya tidak ada penggambaran yang realistic. Contohnya, seorang ibu ketika anaknya pulang telat, maka akan berfikiran yang tidak-tidak. Takut anaknya celaka, takut anaknya pergi dengan orang yang tidak baik dan sebagainya.

SUB-CONSCIOUS (BAWAH SADAR) DAN UNCONCIOUS (TAK SADAR)

Segala unsur-unsur pengetahuan tadi sering kali hilang dalam kesadaran manusia akibat  larut dan terpecah-pecah yang disebabkan akal sadar individu tidak lagi menyusun dan menatanya.

PERASAAN
Persepsi-persepsi dapat menimbulkan dalam kesadaran manusia perasaan positif dan negatif. Diakibatkan adanya unsur penilayan yang menjadikan posotof dan negative.
Contoh: coca cola dan bangkai
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya diniainya sebagai keadaan posotif atau negative.

DRIVE (DORONGAN )
1.      DORONGAN UNTUK MEMPERTAHANKAN HIDUP
2.      SEX
3.      MENCARI MAKAN
4.      BERINTERAKSI
5.      MENIRU
6.      BERBAKTI
7.      KEINDAHAN

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Manusia sebagai individu ternyata tidak mampu hidup sendiri. Ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan bergantung padda manusia lainnya. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu:
a.       Manusia tunduk pada aturan, norma social
b.      Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaiian dari orang lain
c.       Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d.      Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia

PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki hakrat dan martabat yang mulia. Dalam berbagai kelompok sosial ini, manusia membutuhkan norma-norma pengaturannya dalam dimensi sosial muncul kewajiban dasar manusia. Kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang berlaku dimasarakatnya.
Terdapat norma-norma sosial sebagai patokan untuk bertingkah laku bagi manusia di kelompoknya, norma-norma tersebut ialah :
Norma agama atau religi, yaitu norma yang bersumber dari allah yang diperuntukkan bagi umatnya. Norma agama berisi perintah untuk dipatuhi dan larangan agar dijauhi umat beragama.
Norma kesusilaan atau moral, yaitu norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi keburukan. Norma moral bertujuan agar manusia berbuat baik secar moral. Orang yang berkelakuan baik adalah orang yang bermoral, sedangkan yang berkelakuan buruk adalah tidak bermoral atau moral.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
1.      Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok
2.      Membentuk kelompok-kelompok social
3.      Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kelompok

Norma kesopanan atau adat adalah norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan. Norma ini dimaksudkan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antar sesame.
Norma hukum yaitu norma yang dibuat masyarakat secara resmi (Negara) yang pemberlakuannya dapat dipaksakan . norma hukum berisi perintah dan larangan.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL MEMILIKI IMPLIKASI-IMPLIKASI:
1.      Kesadaran akan ketidak berdayaan manusia bila seorang diri
2.      Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain
3.      Penghargaan akan hak-hak orang lain
4.      Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK POLITIK
Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah telah memberikan watak agresif yang alami bago setiap makhluk.
Manusia diberi kemampuan berfikir. Dengan akanya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu, timbulah suatu cara agar manusia dapat memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik.
Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak lepas dari yang namanya politik, maka dari itu manusia dinamakan sebagai makhluk politik.
Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya.
Dalam kehidupan tak jarang manusia memiliki suatu keinginan (cita-cita) yang sama. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka manusia memainkan perannya sebagai makhluk yang memilih (makhluk politik) untuk menentukan bagaimana cara untuk merealisasikan keinginan tersebut.


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan manusia dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhannya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunjukan manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).
Sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah eko nomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia addlah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Kita harus bijaksana dalam memenuhi kebutuhan. Setiap kebutuhan menuntut pemenuhan. Namun, dalam memenuhi kebutuhan itu, kita harus memerhatikan kemampuan kita. Kita harus mencari alternative untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memerhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara selektif, serta memerhatikan kelestarian lingkungan.


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PSIKOLOGI

Manusia adalah makhluk psikologi yang memiliki bawaan universal unik dan terus dikaji oleh para humaniora. Kita mengaku sebagai manusia tapi terkadang kita sering lupa bahwa kita adalah manusia. Siapakah kita dan bagaimana kita memfungsikan kemanusiaan kita agar kita layak disebut manusia.
Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya. Kenapa manusia disebut insan, insane dalam bahasa arab menunjuk manusia sebagai makhluk psikologi, kata insane sendiri berasal dari tiga asal kata: uns bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak. Nasa yanusu bermakna terguncang, stress. Nasiya yansa bermakna lupa.
Bila kita menyatukan tiga asal kata tadi menjadi sebuah definisi maka manusia bila ditinjau dari sisi psikologinya adalah makhluk yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, jinak, terkadang stress dan sering lupa
Kita mungkin sering mendapati manusia dalam dua bentuk yaitu :
a.       Manusia baik
b.      Manusia jahat

Kita pun pernah mengalami ketertarikan atau bahkan sesekali kita menginginkan sesuatu yang berunsur
karakter hewan. Kenapa itu bisa terjadi dan bagaimana cara mensikapi gejolak-gejolak yang tidak manusiawi dalam diri kita.


Jumat, 25 Maret 2011

Materi ISBD ke-4


MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA
·         Berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab,
·         Menadayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.

Manusia tidak semata-mata hanya mahluk biologis saja tetapi juga dia sebagai :
a.       Mahluk social
b.      Mahluk ekonomi
c.       Mahluk budaya
d.      Mahluk psikologi

Manusia adalah mahluk budaya.
KEBUDAYAAN (Koentjaraningrat) : keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Hasil pengembangan akal pikiran manusia : untukmencapai kesempurnaan hidup
Hasil budaya : terjadi pola kehidupan
Pola kehidupan inilah yang menyebabkan hidup bersama, dengan pola kehidupan dapat mempengaruhi cara berfikir dan gerak social. Melalui kebudayaan manusia mampu menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab untuk kebahagiaan dan kesemnpurnaan kehidupan. Dengan mengkaji pengetahuan kebudayaan (HUMANITIES) kita menjadikan HOMOHUMANUS (manusia yang berpribadi manusiawi, berbudaya, halus).

MASALAH KEBUDAYAAN
Segala system/tata niali sikap mental, pola fikir, pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruha.
Masalah tata nilai dapat menimbulkan krisis-krisis kemasyarakatan (dehumanisasi)/ pengurangan arti kemanusiaan.
Dehumanisasi terjadi akibat perubahan sikap manusia, sebagai akibat penyimpangan tujuan pengembangan kebudayaan. Antisipasinya dengan cara mengenal pengetahuan kebudayaan (humanities) dan filsafat. Dengan filsafat manusia memahami tentang etika, estetika dan logika.

Kajian Pengetahuan Budaya :
·         Ingin menciptakan atau penertiban dan pengolahan nilai-nilai insane.
·         Sebagai usaha memanusiakan diri dalam alam lingkungannya baik fisik maupun mental.
·         Manusia membudayakan alam, memanusiakan hidup dan menyempurnakan hubungan insani.

Selasa, 22 Maret 2011

Materi ISBD ke-3


WHAT IS ISBD ?
Yaitu usaha Pendidikan Dalam menelaah Masalah Sosial dengan Menggunakan Fakta, Konsep dan Teori-teori yang diperoleh dan Dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social.
Visi ISBD :
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nila-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Misi ISBD :
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
Tujuan ISBD :
1.       Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan mahluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
2.       Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
3.       Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk social yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya.
4.       Mahluk social yang beradab dalam mempraktekkan pengetahuan akademik dan keahliannya.

Sabtu, 19 Maret 2011

Materi ISBD Ke-2


Bagaimana General Education di Indonesia ?
General education atau pendidikan umum yang ada di amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi/mata yang dulu disebut MKDU. MKDU dibagi menjadi dua kelompok yaitu MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian yang meliputi : Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewiraan Nasional) dan kelompok mata kuliah MBB (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD, IBD, dan IAD) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.
Tujuan Pendidikan Umum adalah mewujudkan pribadi yang mampu berkomunikasi dan mengemukakan ide-ide secara efektif, sebagai Warga Negara ia berperan aktif memecahkan masalah-masalah social, ekonomi, politik, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup yang sejahtera serta aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya.
Manusia yang dicita-citakan dalam Pendidikan Umum yaitu manusia yang terampil dan mampu hidup mandirii sebagai hasil penghayatan terhadap makna-makna esensial yang ada pada diri manusia.
Philip H. Phenix (964), merumuskan Tujuan Pendidikan Umum, yaitu manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima infomasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.

Sabtu, 05 Maret 2011

Materi ISBD ke-1

Sarjana yang diharapkan memiliki tiga jenis kemampuan, diantaranya;
1. Kemampuan Personality adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan sari tiap-tiap individu,
2. Kemampuan Akademik adalah kemampuan berkomunikasi, lisan, tulisan, ilmiah, berfikir logis, kritis, dan sistematika analitik
3. Kemampuan Profesional adalah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
Konsep yang ditekankan dalam menggapai semua itu perlu adanya 5 M, antra lain;
- Mengetahui,
- Mengerti,
- Memahami,
- Menghayati, dan
- Mengamalkan 

VISI INDONESIA 2020
a. Religious 
b. Demokrasi
c. Kepastian hukum
d. Egalitarian
e. Penghargaan terhadap ‘human dignity’
f. Kemajuan budaya dan bangsa dalam satu kesatuan.
Oleh karena itu yang membedakan antara individu satu dengan individu yang lainnya adalah Stratifikasi Sosial dengan adanya Upper Class, Middle Class, dan Lower Class atau adanya Rural Community (masyarakat desa) dan Urban Community (masyarakat kota)
Dengan kondisi actual masyarakat Indonesia kini yang dipengaruhi oleh Globalisasi, Modernisasi, Sekuralisasi menjadikan sikap masyarakat yang egois, individualis, materialistis, sekuler, hedonis, kritis akhlak dan letak agama sebagai symbol. 
 
HOMOHUMANUS
1. Manusiawi; sikap yang menghargai manusia sebagai mahluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala haknya.
2. Berbudaya; perlakuannya dituntun oleh akal budi, sehingga mendatangkan kebahagiaan dagi dirinya dan lingkungannya.
3. Halus; kehalusan bertingkah laku, perbuatan lemah lembut, sopan santun, budi bahasa dan beradab (ahlak).