Selasa, 19 April 2011

POSTING II

"do you know "latent social problems" ?????? kunaon aya nu kitu atuhhhhhhh ...... jelaskan.....jelaskan....... solusina kumaha???? kumaha ??????????? cik sok atuh... jawab ! he...he...."
Latent social problem yaitu menyangkut hal-hal yang bertentangan atau berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapi tidak diakui demikian halnya.
Masalah sosial yaitu suatu kondisi yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sebagian besar warga masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau disukai dan dirasakan perlunya diatasi.
Masyarakat pada umumnya tidak menyukai tindakan-tindakan menyimpang, sehingga berupaya untuk menghadapi dan mengatasi masalah sosial tersebut. Masalah sosial laten merupakan masalah sosial yang sebenarnya sudah ada, walaupun belum meluas namun oleh sekelompok masyarakat ditutup-tutupi dan dianggap tidak ada.
Hal tersebut terjadi karena kebanyakan para penduduk/ masyarakat menganggapnya hal yang wajar-wajar saja atau tidak penting. Padahal hal tersebut jika tetap dibiarkan akan menimbulkan masalah yang besar.
Salah satu contohnya adalah dalam masalah pergaulan remaja. Diera moderen ini, tak jarang muda-mudi ataupun para remaja yang sudah saling mencintai satu sama lain. Gaya berpacaran mereka yang cenderung keluar dari ajaran agama, mengakibatkan penyimpangan-penyimpangan baik dalam konteks norma dan nilai-nilai dalam masyarakat maupun dalam aturan-aturan agama. Sering kita melihat seorang wanita yang menggunakan baju yang "ketat" (membentuk lekuk-lekuk tebuhnya) duduk disamping seorang laki-laki, secara otomatis apabila ada yang melihat mereka berdua, orang-orang akan beranggapan yang negatif.
Kenakalan remaja memang sedang marak-maraknya terjadi, banyak sekali kita melihat yang sedang pacara duduk berduana, berpegangan tanagn, bahkan saling berpelukan meskipun d'tempat umum seperti di tempat wisata.
Kebanyakan orang-orang hanya melihat sepintas dan tidak menganggapnya. apabila kita membiarkannya makan akan terjadi "sex bebas" diantara para remaja tersebut yang nantinya akan membuat masa depan mereka menjadi suram bahkan rusak.
Menurut para remaja yang bertindak seperti itu mereka melakukan karena adanya dorongan nafsu yang tidak bisa ditahan, dan mereka tidak ingin dicap sebagai anak "kuper" karena tidak mau berpacaran.
Contoh yang terjadi pada saat ini, ada seorang siswi SMP yang telah melakukan hubungan suami istri yang seharusnya tidak terjadi, kemudian siswi tersebut hamil. karena malu dia melakukan aborsi, yaitu memakan buah nanas. Karena terlalu banayk maka siswa tersebut mengalami pendarahan yang sangat hebat, keluarganya pun segera membawa dia kerumah sakit. Namun naas, diperjalanan siswi tersebut sudah tidak bernyawa. Lebih disayangkan lagi siswi tersebut sebentar lagi akan melaksanakan UN. Disamping itu lelaki yang dituduh pacar dari siswi tersebut, mendapatkan dampaknya yaitu dimasukkan ke pernjara.
Hal diatas menjadi bukti bahwa kenakaln remaja kana mengakibatkan masa depan remaja yang suram bahkan rusak. Penyimpangan tersebut merupakan latent sosial problem karena masyarakat sering menutup-nutupinya namun pada akhirnya menjadi masalah yang besar.

Senin, 18 April 2011

POSTING I

"cinta, sayang, kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai, norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus adem nih dunia ..... tp kenyataan terjadi .... mengapa ada dehumanisasi (ibu dalang pembunuhan anak, kekasih membunuh sang kekasih ....... mengapa oh...mengapa semua ini terjadi....... jelaskan...... jelaskan......

jawab : 

Menurut Kamus Bahasa Indonsia W.J.S. Poerwadarminta, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta adalah rasa asangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat terkait hatinya. sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan.
Dalam cinta kepada sesama manusia, manusia dapat diharapkan hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya terhadap dirinya sendiri dan egoismenya. Demikian juga hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Seharusnya hal tersebutlah yang sebaiknya dilakukan/terjadi, sehingga tidak terjadinya DEHUMANISASI (ibu dalang pembunuhan anak ataupun kekasih membunuh sang kekasih)

DEHUMANISASI terjadi karena pengurangan arti nilai atau lunturnya nila-nilai kemanusiaan. dehumanisasi terjadi akibat terlepasnya selimut cinta agama, moral, norma dan nilai-nilai. itu disebabkan karena manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya mendapatkan/ mengalami suatu permasalahan dalam mempertahankan hidupnya.
Dehumanisasi terjadi karena sifat-sifat dari HOMOHUMANUSnya hilang, yaitu hilangnya sikap manusiawi sehingga timbul sikap tidak menghargai manusia sebagai makhluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya. Hilangnya sikap berbudaya sehingga setiap prilaku dan perbuatannya menyimpang dari akal budi sehatnya dan hal tersebut bertentanagn dengan kehendak Alloh. Hilangnya sikap halus pada diri manusia tersebut sehingga perbuatannya cenderung bersifat arogan, kasar, dan diadab (tidak berakhlak)